Catatan Facebook 2019: Perpisahan Daniele De Rossi

AS Roma yang loyal sudah berakhir
Malam ini akan menjadi pertandingan terakhir Daniele De Rossi bersama AS Roma, klub bola tempatnya mengabdikan diri. Mirip seperti pendahulunya, Francesco Totti. Keduanya berakhir dengan sebab yang sama pula, manajemen yang tidak ingin memperpanjang kontrak.
Daniele adalah pewaris sah kapten klub sekaligus simbol kesetiaan setelah Totti, namun belum lama mengemban tahta tersebut, Daniele sudah kadung diputus kontrak oleh klub. Meski kerap didera cedera serius berkepanjangan, kontribusi besarnya musim ini masih terasa saat kembali bermain. Kehadirannya mengembalikan semangat tim yang sempat memudar dan membuat lini tengah permainan terlihat lebih kokoh.
Saat klub ini diterpa kekalahan telak 7-1 dan kekalahan besar lainnya di pentas eropa maupun domestik, saya tidak bergeming untuk tetap menyatakan diri di muka umum bahwa saya adalah seorang romanisti. Karena memang klub ini medioker, ekspektasi yang jauh dari kualitas saat menghadapi para raksasa eropa akan selalu berakhir seperti itu. Oleh karena itu saat berhasil lolos ke semifinal Liga Champions setelah mengalahkan Barcelona, romanisti akan berteriak kegirangan seperti melihat mukjizat yang baru turun dari langit.
Tapi saya mulai ragu untuk terus mengaku sebagai romanisti saat klub mulai melakukan kebijakan pembelian dan penjualan pemain untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Manajemen mulai menghapus identitas lama Roma yang penuh dengan kesetiaan pada kota dan penduduknya, pengabdian bersama, dan tentu saja, nirgelar.
Setelah Daniele tak ada, proses pembangunan era baru klub yang dirancang manajemen mungkin akan berhasil membuat klub ini tidak lagi nirgelar setiap tahun. Tapi mungkin juga tak ada lagi pelajaran berharga bagi para romanisti bahwa kita bisa mencintai sesuatu yang biasa-biasa saja.
Saya mencintai Roma yang terus berjuang dan berakhir pada gagal jadi juara tapi masuk 4 besar, lalu terus berusaha kembali berjuang bersama hanya karena cinta pada klubnya meski terus menuai hasil yang sama. Tidak hebat dan tidak juga lemah sekali, biasa-biasa saja.
Malam ini saya pastikan akan menonton pertandingan lalu menangisi klub yang tak kuasa menahan godaan kejayaan malalui gelar dan kekayaan sehingga mengorbankan pengabdinya.
Terima kasih untukmu, Daniele

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Menonton Tigertail

Setelah menonton film Mr. Nobody

Catatan Facebook 2018: Bergabung di Lembaga Mahasiswa