Catatan Facebook 2018: Solusi Bukan Solusi
Permasalahan kemacetan tidak bisa sepenuhnya kita bebankan kepada pemilik kendaraan pribadi.
Tidak adanya aturan terkait jumlah batas kepemilikan kendaraan pribadi turut berkontribusi, ketimbang membuat aturan ini, pemerintah lebih suka kita membayar pajak lebih dari diberlakukannya pajak progresif.
Aturan jumlah batas penjualan kendaraan juga tidak ada, pemerintah lebih suka membuat aturan mobil murah, dan ramah lingkungan. Pada kondisi masyarakat yang mulai sadar akan beratnya membeli barang diluar kebutuhan sehari-hari tapi tidak masalah mahal asal bisa dicicil, dan kesadaran akan kerusakan lingkungan. Maka aturan ini hanya seperti memberikan slogan iklan baru untuk barang dagangan.
Para pejabat yang berinvestasi pada perusahaan penyedia kendaraan pribadi lebih-lebih, coba saja cek di berita, siapa pejabat yang menginginkan pembelian kendaraan mewah harus terlebih dahulu diimpor kedalam negeri oleh perusahaan penjual kendaraan bermotor, lalu baru boleh dibeli di perusahaan pengimpor tersebut.
Dan yang paling celakanya pemerintah tidak pernah benar-benar serius berinvestasi pada kendaraan umum massal. Industri kreatif kita saja mendukung perusahaan penyedia jasa kendaraan umum online, yang hanya menambah jumlah kendaraan di jalan raya.
Lebih celaka lagi, saya pernah berpikir untuk keluar dari permasalahan kemacetan dengan beralih jadi pelanggan kendaraan umum online, untung saya sadar, bedanya hanya persoalan saya yang membawa kendaraan, atau saya yang dibonceng, jumlah kendaraan di jalan raya akan tetap bertambah.
Jadi, secara struktural, kemacetan adalah sesuatu yang diharapkan, agar kita terus bergantung pada kendaraan pribadi, dan agar proyek penambahan jalan raya terus ada.
Sialnya, saya menulis ini saat akan berangkat menggunakan kendaraan pribadi. Membayangkannya saja sudah membuat jengkel.
Karena ini ditulis saat jengkel, maka tidak perlu dikritisi, karena pasti saya lebih banyak melakukan pembenaran, dan mencari-cari kesalahan pada oranglain.
Sekian.
Komentar
Posting Komentar