Catatan Facebook 2016: Kicauan Burung dalam Sangkar
Saat sore hari sepulang kuliah di kampus, saya bersama seorang teman bergegas menuju warung makan yang tidak jauh dari kampus, sebelum sampai di rumah makan, langit terlihat gelap sebagai pertanda akan turunnya hujan, saat sampai di warung makan, hujan masih belum turun juga, sembari menikmati makanan yang saya pesan, saya terus berharap semoga hujan tidak segera turun, karena selesai menghabiskan makanan, saya dan teman harus mendatangi tempat lain, dan hujan dapat menghambat rencana kami tadi.
makanan yang saya santap habis, hujan masih belum turun, syukurlah. agar makanan yang sudah masuk dalam perut saya dapat tercerna dengan baik, saya memutuskan untuk tidak beranjak selama lima menit, karena untuk bergerak sesudah mengalami kekeyangan itu merepotkan, tiba-tiba hujan turun dengan deras, terhambatlah saya untuk pergi ketujuan berikutnya. mau tak mau saya harus tetap berada di warung makan ini sembari menunggu hujan reda, saya nikmati rokok yang ada ditangan kiri sambil melihat kearah luar warung makan yang menyuguhkan pemandangan kendaran bermotor lalu lalang bersama pengendaranya yang kelihatan basah kuyup karena tak memakai jas hujan, saya pun langsung mensyukuri keptusan saya tadi untuk tak langsung bergegas setelah menghabiskan makanan, hampir saja saya bernasib sama dengan orang yang barusan saya lihat tadi.
rasa syukur saya semakin bertambah saat mendengar suara kicauan burung dari arah luar warung, ternyata ada burung yang sedang dalam sangkar di depan warung makan ini, kelihatannya burung itu peliharaan si pemilik warung makan, kicauan burung itu terdengar sangat indah, mulailah sore itu berubah menjadi sore yang indah bagi saya. setelah lama menikmati berbagai momen yang tak saya rencanakan ini, pikiran saya mulai gelisah, bukan karena saya terancam tidak bisa pergi ketempat yang ingin saya datangi selepas dari warung, tapi karena memikirkan apa sebenarnya arti dari kicauan burung diluar ? apakah dia berkicau karena bahagia melihat hujan turun ? atau justru sebenarnya dia sedang berteriak meminta tolong untuk dibebaskan dari sangkar yang membuatnya tidak bisa terbang.
kicauan burung itu membuat saya mengingat seorang senior saya di kampus, senior itu mengatakan bahwa ada yang namanya hak asasi hewan, hal ini guna menghindarkan hewan dari tindakan semena-mena manusia, bahkan ada undang-undang di indonesia yang mengatur soal hak asasi hewan ini, yaitu undang-undang no. 16 tahun 2009. setelah membaca berita di internet saya menemukan bahwa ada lima bentuk kebebasan hewan yaitu :
- Bebas dari rasa lapar dan haus
- Bebas dari rasa sakit, cidera dan penyakit
- Bebas dari ketidaknyamanan, penganiayaan dan penyalahgunaan
- Bebas dari rasa takut dan tertekan
- Bebas mengekspresikan perilaku alaminya
setelah mengetahui hak asasi hewan ini saya merasa menyangkarkan burung merupakan tindakan melanggar hak asasi hewan, karena itu menghambatnya untuk bisa terbang, dimana terbang merupakan kebebasan mengekspresikan perilaku alaminya. apakah setelah membaca tulisan ini lantas anda akan membebaskan hewan peliharaan anda ? jika anda berpikir demikian sebaiknya dipikirkan kembali, karena jika anda langsung melepaskannya kembali hewan itu belum tentu mampu langsung beradaptasi yang dapat menyebabkan kematian kepada hewan itu.
Komentar
Posting Komentar