Shit. here we go again

Taik, lagi-lagi saya harus mengulang ini.

Kembali menemukan diri dalam kondisi yang paling tidak diinginkan berdasarkan kehendak sendiri adalah defenisi paling tepat untuk menjilat ludah sendiri. Saya baru saja melakukannya untuk kesekian kali.

Sungguh, saya sebenarnya tidak ingin melakukannya. Tapi melihat orang-orang di sekitar selalu mengeluh tentang kondisi yang terjadi tanpa pernah benar-benar memikirkan apa akar masalahnya membuat saya jengah. 

Dengan penuh berat hati dan tidak ingin terus risih mendengar keluhan mereka, sekali lagi saya ikut campur untuk menunjukkan bagaimana menggunakan metode analisis akar masalah. Hingga larut dalam kesenangan menyelesaikan masalah. 

Kesenangan yang acap kali membuat saya lupa diri. 

Kini, saya lelah untuk terus mengatakan "saya tidak blablabla". Karena perkataan itu sering berbalik menimpa saya seperti yang tertulis di awal. Sampai pada kesimpulan saya tidak ingin banyak bicara, eh, ternyata masih saya tidak. Saya ralat, yang benar, saya ingin hemat bicara.

Tapi saya masih jengkel betul pada orang-orang yang tidak pernah mengingat dan belajar kembali analisis akar masalah. Karena mereka, beberapa hari ini saya jadi banyak bicara. 

Lalu saya mulai benci dengan diri ini yang kadang tidak tegaan atau mungkin lebih tepatnya terlalu suka ikut campur. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Menonton Tigertail

Setelah menonton film Mr. Nobody

Catatan Facebook 2018: Bergabung di Lembaga Mahasiswa