Antara kenyamanan,kemapanan,dan kemalasan
ketiga aspek pada judul diatas mempunyai relasi yang sangat kuat dalam kehidupan di abad modern ini,dimana substansi dari tiga aspek antara kenyaman,kemapanan,dan kemalasan sudah mulai mengalami pengaburan makna dan sering kali makna nya tumpang tindih antara satu aspek dengan aspek lainnya,antara aspek kenyaman dan kemapanan dapat menimbulkan kemalasan.
dalam segi definisi kenyamanan berarti suatu keadaan dimana seseorang merasa tenang,tentram dan tercukupi aspek biologisnya maupun spiritualnya. definisi dari kemapanan sendiri adalah sedang dalam keadaan puas terhadap dirinya sendiri. jika berdasarkan dua definisi diatas mungkin belum terlihat jelas faktor yang akan menimbulkan kemalasan,tapi jika kita mencoba mengkritisi definisi diatas lalu kita sandingkan dengan definisi kemalasan yaitu keadaan dimana seseorang tidak ingin melakukan suatu aktivitas. maka dari itu saya akan coba menjelaskan bagaimana kenyaman dan kemapanan dapat menimbulkan kemalasan,dengan beberapa faktor berikut :
1. Faktor tercukupi
dijelaskan diatas dalam definisi kenyaman yaitu keadaan seseorang sudah merasa tercukupi aspek biologis maupun spiritualnya.dalam menentukan takaran merasa terkecukupi dalam segi biologis yang menjadi takaran pastilah hanya sandang,pangan,dan papan. dalam hal spiritual yang menjadi takaran nya adalah rasa tentram yang tak diikuti dengan rasa gelisah. jadi dengan terpenuhinya semua faktor terkecukupi diatas rasa malas akan menyerang,sebagai contoh jika aspek biologis makan dan minum kita sudah terpenuhi seringkali sesudahnya kita akan merasa malas bergerak dan mulai mengantuk,jika kita tak melawannya pastilah kita akan terlelap pulas,jika sudah terlelap pastilah kita tidak kegiatan lain maupun memikirkan hal lain,bayangkan saja jika kita makan 3 kali dalam satu hari dan hal yang sama terus terjadi sesudahnya,maka jelas banyak sekali waktu yang kita buang untuk kegiatan yang kurang bermanfaat jika kadarnya sudah berlebihan. dalam segi ketentraman hal ini dapat menimbulkan rasa apatisme terhadap realitas di sekitar jika rasa tentram yang dipelihara terus menerus dengan bersandar ukuran ketentraman nya hanya pada diri sendiri,malas memikirkan sesuatu mungkin menjadi hal pertama yang menyerang,sehingga kita hanya menjadikan ukuran hidup yang sempurna adalah tercukupi nya faktor biologis dan spiritualis dengan tolak ukur diri sendiri,tidak memikir mahluk lain yang perlu tercukupi juga hidupnya,hal ini akan menghasilkan suatu keserakahan untuk memuaskan diri sendiri.
2.Faktor puas diri
mungkin inilah faktor paling besar yang dapat menyebabkan kemalasan,sudah sedikit saya singgung diatas bagaimana rasa puas dapat menimbulkan keserakahan,dimana faktor puas diri menjadikan tolak ukur dari segala sesuatu adalah diri sendiri yang kemungkinan akan menistakan mahluk lain yang perlu mendapat rasa yang sama. rasa puas diri dapat membuat kita seringkali melupakan faktor evaluasi terhadap diri sendiri,dimana faktor ini juga dapat membuat kita lupa akan tujuan awal maupun tujuan bersama dimana kita perlu bersikap adil bagi diri sendiri maupun orang lain. hal ini dapat menimbulkan sikap hedonistik baik itu dicapai dengan cara yang wajar maupun tidak wajar. atau singkat saja dengan menghalalkan segala cara. meninggi ego untuk memuaskan diri sendiri inilah yang akan menimbulkan penindasan atau justru sebaliknya yaitu ketergantungan yang berujung pada kemalasan,ada bainya jika ego ini berkembang kearah penindasan karena akan menghilangkan salah satu bentuk kemalasan yaitu kemalasan berfikir,walaupun dampak yang akan ditimbulkan bisa saja lebih condong kepada hal yang berbau negatif. sedangkan jika hal diatas tumbuh kepada hal kebergantungan maka jelas salah satu jenis kemalasan yaitu kemalasan berfikir akan menjangkit diri sendiri,bukan hanya kemalasan yang akan kita temui tapi disatu sisi kita juga akan menjauh dari salah satu fitrah kita yaitu rasa ingin tahu yang akan membawa pada perkembangan.
setelah membaca 2 faktor diatas mungkin para pembaca sudah mulai mengetahui relasi antara kenyamanan,kemapanan,dan kemalasan yang dapat tumbuh ke berbagai bentuk kegiatan atau tingkah laku yang berbau negatif,dimana hal negatif ini tak hanya berdampak bagi diri sendiri,namun dapat juga berdampak bagi orang lain. untuk menanggulangi tidak bertumbuhnya kemalasan maka kita harus membangkitkan nalar kritis untuk mengetahui yang mana kebutuhan dan keinginan,yang mana untuk diri sendir dan yang mana untuk bersama,dsb. untuk dapat mengetahui nya mungkin bisa dimulai dengan mengetahui apa definisi dari apa apa yang kita lakukan,yang kita ucapkan,dan yang kita pikirkan. cara lain yang dapat membangkitkan nalar kritis mungkin adalah dengan cara berdialektika dengan diri sendiri dalam alam pikiran.
demikian hasil analisis saya yang masih penuh dengan kekurangan di berbagai aspek,oleh karena itu saya mengharapkan saran maupun kritik dari para pembaca. sampai jumpa di tulisan saya yang akan datang.
dalam segi definisi kenyamanan berarti suatu keadaan dimana seseorang merasa tenang,tentram dan tercukupi aspek biologisnya maupun spiritualnya. definisi dari kemapanan sendiri adalah sedang dalam keadaan puas terhadap dirinya sendiri. jika berdasarkan dua definisi diatas mungkin belum terlihat jelas faktor yang akan menimbulkan kemalasan,tapi jika kita mencoba mengkritisi definisi diatas lalu kita sandingkan dengan definisi kemalasan yaitu keadaan dimana seseorang tidak ingin melakukan suatu aktivitas. maka dari itu saya akan coba menjelaskan bagaimana kenyaman dan kemapanan dapat menimbulkan kemalasan,dengan beberapa faktor berikut :
1. Faktor tercukupi
dijelaskan diatas dalam definisi kenyaman yaitu keadaan seseorang sudah merasa tercukupi aspek biologis maupun spiritualnya.dalam menentukan takaran merasa terkecukupi dalam segi biologis yang menjadi takaran pastilah hanya sandang,pangan,dan papan. dalam hal spiritual yang menjadi takaran nya adalah rasa tentram yang tak diikuti dengan rasa gelisah. jadi dengan terpenuhinya semua faktor terkecukupi diatas rasa malas akan menyerang,sebagai contoh jika aspek biologis makan dan minum kita sudah terpenuhi seringkali sesudahnya kita akan merasa malas bergerak dan mulai mengantuk,jika kita tak melawannya pastilah kita akan terlelap pulas,jika sudah terlelap pastilah kita tidak kegiatan lain maupun memikirkan hal lain,bayangkan saja jika kita makan 3 kali dalam satu hari dan hal yang sama terus terjadi sesudahnya,maka jelas banyak sekali waktu yang kita buang untuk kegiatan yang kurang bermanfaat jika kadarnya sudah berlebihan. dalam segi ketentraman hal ini dapat menimbulkan rasa apatisme terhadap realitas di sekitar jika rasa tentram yang dipelihara terus menerus dengan bersandar ukuran ketentraman nya hanya pada diri sendiri,malas memikirkan sesuatu mungkin menjadi hal pertama yang menyerang,sehingga kita hanya menjadikan ukuran hidup yang sempurna adalah tercukupi nya faktor biologis dan spiritualis dengan tolak ukur diri sendiri,tidak memikir mahluk lain yang perlu tercukupi juga hidupnya,hal ini akan menghasilkan suatu keserakahan untuk memuaskan diri sendiri.
2.Faktor puas diri
mungkin inilah faktor paling besar yang dapat menyebabkan kemalasan,sudah sedikit saya singgung diatas bagaimana rasa puas dapat menimbulkan keserakahan,dimana faktor puas diri menjadikan tolak ukur dari segala sesuatu adalah diri sendiri yang kemungkinan akan menistakan mahluk lain yang perlu mendapat rasa yang sama. rasa puas diri dapat membuat kita seringkali melupakan faktor evaluasi terhadap diri sendiri,dimana faktor ini juga dapat membuat kita lupa akan tujuan awal maupun tujuan bersama dimana kita perlu bersikap adil bagi diri sendiri maupun orang lain. hal ini dapat menimbulkan sikap hedonistik baik itu dicapai dengan cara yang wajar maupun tidak wajar. atau singkat saja dengan menghalalkan segala cara. meninggi ego untuk memuaskan diri sendiri inilah yang akan menimbulkan penindasan atau justru sebaliknya yaitu ketergantungan yang berujung pada kemalasan,ada bainya jika ego ini berkembang kearah penindasan karena akan menghilangkan salah satu bentuk kemalasan yaitu kemalasan berfikir,walaupun dampak yang akan ditimbulkan bisa saja lebih condong kepada hal yang berbau negatif. sedangkan jika hal diatas tumbuh kepada hal kebergantungan maka jelas salah satu jenis kemalasan yaitu kemalasan berfikir akan menjangkit diri sendiri,bukan hanya kemalasan yang akan kita temui tapi disatu sisi kita juga akan menjauh dari salah satu fitrah kita yaitu rasa ingin tahu yang akan membawa pada perkembangan.
setelah membaca 2 faktor diatas mungkin para pembaca sudah mulai mengetahui relasi antara kenyamanan,kemapanan,dan kemalasan yang dapat tumbuh ke berbagai bentuk kegiatan atau tingkah laku yang berbau negatif,dimana hal negatif ini tak hanya berdampak bagi diri sendiri,namun dapat juga berdampak bagi orang lain. untuk menanggulangi tidak bertumbuhnya kemalasan maka kita harus membangkitkan nalar kritis untuk mengetahui yang mana kebutuhan dan keinginan,yang mana untuk diri sendir dan yang mana untuk bersama,dsb. untuk dapat mengetahui nya mungkin bisa dimulai dengan mengetahui apa definisi dari apa apa yang kita lakukan,yang kita ucapkan,dan yang kita pikirkan. cara lain yang dapat membangkitkan nalar kritis mungkin adalah dengan cara berdialektika dengan diri sendiri dalam alam pikiran.
demikian hasil analisis saya yang masih penuh dengan kekurangan di berbagai aspek,oleh karena itu saya mengharapkan saran maupun kritik dari para pembaca. sampai jumpa di tulisan saya yang akan datang.
Komentar
Posting Komentar