Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Hari Khusus di bulan Desember

Hari besar atau hari perayaan terhadap momen bersejarah yang perlu diingat dan di teruskan nilai akan kehidupan yang terkandung pada momen itu, begitulah mungkin kenapa ada hari yang di tetapkan  sebagai hari khusus. Di bulan desember ini jika saya tidak salah ingat terdapat 3 hari khusus, mungkin 4 bagi mahasiswa unhas di tambah tanggal 21 kemarin sebagai hari waktunya pulang kampung karena sudah berakhirnya semester ganjil, rasa kerinduan akan kampung halaman memang susah dibendung, dibandingkan membendung rasa kasihan melihat pemulung yang pada hari ini dan esok masih saja menjadi pemulung, dengan begitu mudahnya lenyap. Lebih baik kembali saja ke 3 perayaan hari khusus di bulan desember ini yaitu hari ibu,hari maulid nabi muhammad,dan hari natal. Sungguh diberkahi sekali bulan desember ini dengan banyak nya momentum hari khusus yang bisa dimanfaatkan untuk mengambil nilai kehidupan darinya, apalagi bulan desember ini ditemani oleh hujan yang begitu setia menemaninya baik siang...

Keserakahan Laki - laki terhadap rokok

Rokok dan seorang lelaki mungkin sudah terlihat sebagai hal yang lumrah, tapi bagaimana jika perokok itu adalah seorang perempuan ? maka tulisan ini akan bercerita soal pengalaman pribadi saya terhadap pertanyaan diatas, oleh dari itu saya ingin meminta maaf pada teman teman ku yang tak sempat aku beritahu mereka akan masuk sebagai aktor dalam tulisan ku ini, permintaan maaf ini penegasan terhadap dosa jika dikemudian hari kalian menganggap yang saya tulis ini merupakan sebagai salah satu perbuatan yang berdosa. jadi pada malam itu saya sedang merokok bersama teman perempuan saya di teras rumah, kami berdua menikmati rokok yang memberikan kenikmatan yang kata para pecinta rokok, merokok membawa ketenangan, dan membantu dalam aktivitas berpikir itu, jika anda menganggap ini hanya sebagai sugesti belaka maka saya sarankan anda untuk berkenalan dengan para filsuf yang seorang pemikir besar sekaligus perokok berat, yang mungkin ini hanya dalih dari saya saja. tapi percayalah saya merasa...

Budaya Membaca

Membaca mungkin adalah cara paling bagus dalam berkenalan dengan orang lain melalui pemikiran nya yang dituangkan dalam sebuah tulisan, karena pemikiran mencerminkan esensi seorang manusia yang jelas bahwa ini lah diri nya baik itu secara orisinil maupun tidak. Bayangkan saja saya masih bisa berkenalan dengan socrates yang sudah mati ribuan tahun lamanya, hanya dengan membaca tulisan nya walaupun tidak sepenuhnya dapat dipercayai adalah karya asli nya namun pokok dari pemikiran nya masih bisa dirasakan. Socrates masih bisa membantu saya dengan pemikiran nya yang saya baca melalui buku, betapa indahnya membaca buku yang dapat memisahkan jarak untuk berkenalan dan menolong orang lain. Maka sudah kah sepakat bahwa membaca itu sangat penting ? Jika sudah, mari kita melihat bagaimana budaya membaca di indonesia, dari pengalaman saya bermukim di berbagai daerah di indonesia seperti, sangata,pekanbaru,jakarta,garut, dan makassar sekarang ini. Membaca buku belum menjadi sebuah budaya yang masi...

Terlalu cepat menghukumi

Pada masyarakat Indonesia pasti sering kali kita temui marak nya budaya menghukumi terhadap suatu kasus, terutama di sosial media facebook,twitter,dsb. Menghukumi suatu kasus yang sedang naik daun di tunjukkan secara terang terangan, dan dipenuhi dengan kata kata tuduhan serta cacian, padahal hanya mendapat berita dari media massa yang saat ini kadang kala mengedepankan judul yang atraktif untuk menarik pembaca dibandingkan dengan isinya. Saya melihat ini suatu budaya yang buruk jika terus di pelihara, bayangkan saja jika kita terus Menghukumi atau menjustifikasi suatu kasus hanya berdasarkan satu pemberitaan media saja, di tambah lagi tanpa adanya analisis terhadap berita tersebut, maka yang akan terjadi pun tanggapan yang tidak tepat atau terkesan fitnah jika sudah secara sadar di sebarkan kemana mana. Contoh kasus saja pada pemberitaan yang marak baru baru ini yaitu tentang kasus bom paris dan kongres HmI. Hampir semua orang di sosial media memberikan tanggapan yang mengarah ke sebu...

Pendidikan tahap sebelum Bekerja

Gambar
Dalam tulisan ini saya berbicara dalam konteks pendidikan formal di indonesia. Tentu kita sudah tak asing lagi dengan pandangan yang melihat pendidikan sebagai suatu tahapan sebelum bekerja,pendidikan dipandang sebagai tempat menampung keahlian untuk dipakai bekerja,pendidikan formal dipandang sebagai alat verifikasi dalam melamar kerja. Apakah memang sudah semestinya pendidikan hanya seperti itu ? Mungkin kita akan menjawab dengan kata TIDAK,karena pendidikan adalah tempat transformasi ilmu untuk diri sendiri maupun orang banyak,dunia pendidikan adalah tempat seorang murid diberi tak hanya satu keahlian,tempat seorang murid menemukan kebenaran dan tujuan hidupnya,tempat seorang murid merealitas dan bersosialisasi,dan yang paling penting adalah tempat seorang murid berdialektika dengan gurunya untuk mencari sebuah kebenaran. Jika melihat pandangan diatas tentang esensi dari pendidikan,lantas mengapa pendidikan masih dipandang hanya sebuah tahapan sebelum ke dunia kerja ? Ini dikarenaka...

Antara kenyamanan,kemapanan,dan kemalasan

ketiga aspek pada judul diatas mempunyai relasi yang sangat kuat dalam kehidupan di abad modern ini,dimana substansi dari tiga aspek antara kenyaman,kemapanan,dan kemalasan sudah mulai mengalami pengaburan makna dan sering kali makna nya tumpang tindih antara satu aspek dengan aspek lainnya,antara aspek kenyaman dan kemapanan dapat menimbulkan kemalasan. dalam segi definisi kenyamanan berarti suatu keadaan dimana seseorang merasa tenang,tentram dan tercukupi aspek biologisnya maupun spiritualnya. definisi dari kemapanan sendiri adalah sedang dalam keadaan puas terhadap dirinya sendiri. jika berdasarkan dua definisi diatas mungkin belum terlihat jelas faktor yang akan menimbulkan kemalasan,tapi jika kita mencoba mengkritisi definisi diatas lalu kita sandingkan dengan definisi kemalasan yaitu keadaan dimana seseorang tidak ingin melakukan suatu aktivitas. maka dari itu saya akan coba menjelaskan bagaimana kenyaman dan kemapanan dapat menimbulkan kemalasan,dengan beberapa faktor berikut ...

Takut akan kenyamanan

judul tulisan saya yang pertama ini mungkin terlihat bernada kegelisahan yang tak berujung,singkat cerita kenapa saya menulis tulisan takut akan kenyamanan didasari akibat pembelajaran saya tentang filsafat yang sering kali terdengar sebagai hal yang rumit. pembelajaran saya tentang filsafat mengantarkan saya kepada pola pikir ataupun sudut pandang akan kehidupan yang ingin terus mengkritik kejadian (realitas) yang ada di sekitar saya,dan mencari solusi terbaik,filsafat mengajarkan saya untuk terus mempertanyakan sesuatu yang ada di sekitar saya baik dalam cakupan yang luas maupun sempit,hal ini bertujuan untuk menyadari apakah sesuatu itu sudah semestinya seperti itu ataukah hal sesuatu itu sedang tidak semestinya. karena apa yang dicari oleh filsafat adalah hakikat untuk mencapai hikmat. kenapa mesti takut akan kenyamanan ? mungkin pertanyaan inilah yang terbesit pertama kali saat membaca judul tulisan ini,maka dari itu saya akan menjawabnya. kenyamanan yang berlangsung baik dalam ...