Hari Khusus di bulan Desember

Hari besar atau hari perayaan terhadap momen bersejarah yang perlu diingat dan di teruskan nilai akan kehidupan yang terkandung pada momen itu, begitulah mungkin kenapa ada hari yang di tetapkan  sebagai hari khusus.
Di bulan desember ini jika saya tidak salah ingat terdapat 3 hari khusus, mungkin 4 bagi mahasiswa unhas di tambah tanggal 21 kemarin sebagai hari waktunya pulang kampung karena sudah berakhirnya semester ganjil, rasa kerinduan akan kampung halaman memang susah dibendung, dibandingkan membendung rasa kasihan melihat pemulung yang pada hari ini dan esok masih saja menjadi pemulung, dengan begitu mudahnya lenyap. Lebih baik kembali saja ke 3 perayaan hari khusus di bulan desember ini yaitu hari ibu,hari maulid nabi muhammad,dan hari natal. Sungguh diberkahi sekali bulan desember ini dengan banyak nya momentum hari khusus yang bisa dimanfaatkan untuk mengambil nilai kehidupan darinya, apalagi bulan desember ini ditemani oleh hujan yang begitu setia menemaninya baik siang maupun malam, Bagi kepercayaan orang tionghoa hujan melambangkan berlimpah nya rezeki (jika saya tidak salah) maka sungguh penuh berkah sekali bulan desember ini. Langsung saja kita membahas tiga hari tersebut beserta perayaan nya di dunia internet.

1. Hari ibu, hari ibu dirayakan dengan penuh foto sang anak beserta ibunya yang di upload di sosial media beserta ucapan hari ibu, ada berbagai macam pose yang terpampang ada yang sedang berpelukan, menciumi tangan ibunya, ibunya sedang mencuci piring. Pokok nya sangat beragam sekali. Tapi saya tidak menemukan ada foto yang menciumi kaki ibunya yang konon terdapat surga di telapak kakinya. sebagai orang yang sok kritis dan suka mengkritik segala hal maka perayaan momen hari ibu ini tak lepas dari kritikan saya. Saya ingin mengkritik ada nya salah tafsir dalam cara memperingati hari ibu ini, karena bentuk perayaan nya jauh dari makna akan nilai yang ingin disampaikan pertemuan perempuan dalam kongres perempuan pada tanggal itu,dimana kongres perempuan diadakan untuk menuntut anti kolonialisme,dan kesetaraan laki-laki dan perempuan. Maksud dari kongres perempuan itu anda salah artikan jika anda memperingati hari ibu dengan memajang foto ibu anda sedang membersihkan rumah sedangkan anda sibuk berkutat dengan smartphone anda membuat caption yang penuh kata kata indah untuk di upload guna memperingati hari ibu. Jadi ada baiknya dari pada membuat postingan tentang perayaan hari ibu, untuk memenuhi citra anda di sosial media, lebih baik anda membantu ibu anda bekerja membersihkan rumah, dan menaikkan derajat perempuan yang bukan hanya sebatas kasur,sumur,dan dapur. Jika perlu anda ajari ibu anda menggunakan internet agar ibu anda bisa mengakses informasi yang luas, siapa tau ibu anda punya daya kritis dan kemampuan membawakan berita seperti najwa shihab.

2. Hari maulid nabi Muhammad saw, hari kelahiran sang rasulullah ini menjadi perdebatan banyak ulama maupun ustadz dalam hal perayaan nya. Ada yang berpendapat itu tidak boleh karena rasulullah sendiri tidak pernah merayakan hari ulang tahunnya, ada juga karena dalam islam menurut sebagian ustadz perayaan yang berlebihan itu tidak boleh seperti membuat makanan yang biasanya dihias menyerupai pohon beserta di penuhi telur tiap rantingnya, karena kata si ustadz ini rentan dengan sikap pamer dan sombong dalam membagikan makanan dan menghias makanan apa lagi adanya telur dianggap mirip dengan perayaan paskah umat kristiani. Ada juga yang beranggapan boleh saja dirayakan dengan cara yang islami seperti ceramah ataupun kegiatan islami lainnya. Tak ayal di dunia internet pun perdebatan yang alot terjadi antar sesama manusia yang mengaku dirinya umat islam dan pengikut ajaran rasulullah, cek cok berkepanjangan menggunakan dalil maupun ayat terlontar untuk menjadikan umat muslim yang lain terlihat sesat, entah dalil mana yang benar,tafsiran nya pun tak tahu mana yang benar,semua saling merasa paling benar, padahal landasannya hanya berdasarkan broadcast messenger atau situs web yang tak bertanggung jawab. Sungguh kasihan jika soal perayaan untuk memperingati kelahiran sang pencerah dijadikan sebagi momen cek cok mengklaim umat lain kafir,sesat,dll. Lebih baik anda mengamalkan nilai ajaran islam yang sederhana saja dulu seperti menolong sesama,bukan saling mengkafirkan sesama. Dan jangan sampai anda berdebat di sosial media hanya karena ingin dikatakan islam garis lurus,sungguh masyarakat citra sekali, jadikan saja momen maulid ini sebagai momen untuk mengingat sang tauladan, dan mengikuti ajarannya secara fasih.

3. Hari Natal, hari natal ini katanya berjalan damai damai saja tanpa adanya kasus pengeboman terhadap gereja, sungguh langkah awal dalam bertoleransi yang sangat baik. Tapi ternyata permasalahan toleransi ini masih menjadi perdebatan di kalangan umat muslim indonesia, hanya karena persoalan ucapan selamat natal saja. Sama seperti kasus diatas sampai saling mengkafirkan, ada baiknya mungkin umat islam di indonesia mungkin mengkaji perkataan Gus Dur yang mengatakan bahwa isa almasih adalah juru selat umat manusia sama halnya dengan rasulullah. Di tambah lagi umat kristiani pasti akan senang jika anda mengucapkan selamat natal padanya sebagai bentuk mendukung kehidupan berbangsa yang berbihineka tunggal ika.

Semoga kita dapat menutup tahun 2015 ini dengan mengambil sebanyak banyak nya pelajaran dari bulan desember yang penuh berkah ini,dan masih ada lagi satu perayaan tahun baru di bulan ini, dan jangan disalah tafsirkan lagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Menonton Tigertail

Setelah menonton film Mr. Nobody

Catatan Facebook 2018: Bergabung di Lembaga Mahasiswa