Hari hari penuh kecemasan
Seorang pengajar dalam grup pesan singkat menuliskan pesan semangat agar kuat menghadapi situasi wabah corona. Pesannya dimulai dengan kalimat yang kurang lebih berbunyi "kita tidak pernah membayangkan keadaan akan seperti ini....". Seketika tangan saya gatal untuk membalas pesannya, saya mulai mengetik pesan "sebenarnya sudah terbayang sejak pemerintah ngotot tidak mau menutup akses masuk dari luar". Namun saya urungkan untuk mengirim balasan itu. Saya tidak ingin menjadi perhatian seantero grup hanya karena membantahnya, yang sebenarnya itu sah-sah saja. Sejak China dan kota Wuhan-nya menjadi tajuk berita utama karena melakukan isolasi, hampir seluruh orang yang membaca dan memahami dengan baik isi berita itu saya yakin mulai merasa cemas. Penyebarannya sangat cepat, manusia adalah perantara sekaligus targetnya. Beberapa negara yang sadar akan lemahnya sistem medis mereka melakukan pelarangan masuk ke negeranya secepat mungkin. Di negara kita, pemerintah melal...