Mestinya Nyepi mendapat porsi lebiih



Hari raya Nyepi yang dilaksanakan oleh umat hindu di indonesia pada tahun ini kelihatannya bukan menjadi trending topic yang hangat, kalah dengan fenomena GMT itu, tak seperti hari raya umat agama lain di indonesia yang uforianya terasa sampai di sosial media, dengan segala ucapan selamat antar agama  maupun perdebatan dengan umat agama lain. Tapi hal yang sama tidak terjadi pada umat hindu di indonesia, saya tak melihat adanya ucapan selamat Nyepi yang menjadi peringatan tahun baru bagi umat hindu di sosial media antar umat beragama di negeri ini, tapi ini mungkin hanya pandangan dari mata sipit saya.

Oleh karena itu saya menyarankan hari raya Nyepi ini mestinya mendapatkan porsi yang lebih, porsi yang lebih seperti apa ?

Porsi pertama adalah hari libur untuk Nyepi, setiap kegiatan upacara agama pastilah tidak hanya dilaksanakan dalam satu hari saja, perlu persiapan yang matang demi mencapai aspek spiritualitas yang tinggi dengan sang pencipta, begitu pun dengan Nyepi yang kegiatan ibadah nya tidak hanya satu hari saja, hasil googling saya menujukkan bahwa sebelum puncak hari raya Nyepi umat hindu mesti melakukan upacara melasti yang dilakukan dua atau tiga hari sebelum Nyepi, lalu satu hari sebelum Nyepi ada upacara buta yadnya, sesudah nyepi pun masih ada kegiatan ngembak gini. Lantas bagaimana teman hindu saya bisa mendapatkan ke khusyuk-an jika dia baru bisa bersiap pulang ke kampung halaman untuk Nyepi satu hari sebelum puncak hari raya nyepi yang menjadi hari libur nasional ? tak bisa segera pulang karena ada banyak aktivitas yang kurang toleran terhadap keyakinannya tapi menuntut tanggung jawab yang tinggi.

Porsi kedua adalah menjaga suasana lingkungan tempat tinggal umat hindu tetap tenang, pada puncak perayaan nyepi seperti yang kita ketahui para umat hindu tidak  melakukan aktivitas seperti biasa, mereka tidak menggunakan api, tidak bekerja, tidak berpergian, tidak mendengarkan hiburan. Suasana sangat tenang dan damai, saya sungguh mendambakan suasana ini bisa terjadi secara menyeluruh di seluruh di indonesia, terjauhi dari hiruk pikuk kebisingan jalanan, terhindar dari hiburan yang sebenarnya tak menghibur dari acara televisisi, sehingga waktu yang ada bisa dipakai untuk melakukan refleksi. Bayangkan saja jika anda punya tetangga umat hindu tepat disamping rumah anda yang tak dapat pulang ke kampung halaman sehingga harus melakukan nyepi di rumahnya, lalu anda memutar musik metal menggunakan pengeras suara hingga suaranya bisa terdengar sampai ke rumah para tetangga, kan itu dapat mengganggu ke khusyuk-an ibadah nyepi.

Sebagai orang yang bukan memeluk keyakinan hindu, saya sangat mendambakan nyepi tidak hanya terjadi sekali dalam setahun  dan berbagai daerah mungkin bisa menerapkan aturan seperti di kota bali yang menutup akses dan segala tempat hiburan selama satu hari penuh di dalam kota, agar para orang indonesia yang mendambakan suasana tenang untuk dapat berfikir jernih seperti saya ini, masa hanya pada saat bulan puasa saja tempat hiburan diwajibkan tutup di berbagai kota.

Ada satu hal lagi dampak positif pada hari raya nyepi yang berdampak pada planet ini yang sedang tidak sehat katanya akibat demam tinggi yang mengakibatkan kenaikan suhu, yang menimbulkan berbagai perubahan iklim di berbagai daerah, berdasarkan data dari organisasi Eart Hour yang mengungkapkan fakta bahwa saat Nyepi terjadi reduksi emisi gas karbon dioksida sebanyak 20,000 ton dalam satu hari, penghematan listrik di kota bali sebanyak 290 megawatt,  dan penghematan bahan bakar solar sebanyak 500,000 liter. Maka dari itu saya mendambkan hari libur Nyepi dapat diperpanjang dari cuma sekedar 1 hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Menonton Tigertail

Setelah menonton film Mr. Nobody

Catatan Facebook 2018: Bergabung di Lembaga Mahasiswa