Tranformasi warkop
Warkop kini menjadi tempat nongkrong alternatif bagi masyarakat urban kota – kota besar seperti makassar, peralihan ini mungkin akibat bosan dengan tempat yang hanya mall melulu dan rumah makan sepat saji,yah tentu saya berbicara dalam ranah golongan muda.
Para pemuda kota urban seperti makassar kerap kali menghabiskan waktu luang nya disela menempu pendidikan dengan nongkrong, yah kegiatan itu mungkin jadi pilihan utama para pemuda karena bisa menghabiskannya dengan berkumpul bersama teman atau berselancar di dunia internet, tentu saja kegiatan ini dilakukan di warung kopi yang sudah bertranformasi dari segi penampilan dan fasilitas, desain nya kini sangat khas tempat nongkrong urban sekali yang bertempat di samping jalan yang ribut akan lalu lintas perkotaan, menu yang sudah memodernisasi dirinya dengan menambahkan berbagai minuman racikan buah,soda,dan alkohol. Kopi hitam dan kopi susu sudah bukan menu utama yang sendirian ngetop, kini dia sudah di nomer sekiankan, dan tentu saja tranformasi fasilitas inilah yang paling penting yang dapat menarik pelanggan betah nongkrong berlama lama tidak lain adalah jaringan internet gratis, serta ada lagi fasilitas yang tak kalah menarik yaitu fasilitas stasiun tv berbayar.
Tentu saja dengan transformasi yang sangat modern ini membuat pelanggannya pun bertansformasi pula, anda tidak akan lagi mendapatkan warkop dipenuhi para golongan tua yang terdiri dari para supir truk antar daerah, pemain catur amatir, calon politikus yang hobi mendiskusikan fenomena pertumbuhan demokrasi , pengusaha kelas menengah (biasanya para pedagang pasar tradisional), sudah mulai langka menemukan mereka lagi, penghuninya kini berupa golongan muda yang berciri berkawan banyak , pemuda yang memandangi laptop sembari sesekali menyicipi kopi, para pecinta tontonan sepak bola gratis. Tempat COD para pedagang dan pembeli online. Inilah warkop gaya baru yang bergandengan tangan dengan modernitas.
Fenomena ini memancing saya unrtuk beropini ria agar disangka berintelektual dan kritis dalam menyikapi perkembangan zaman, dan tentu saja ini murni subjektif jikapun objektif hanya keberuntungan belaka. Saya lebih suka menghampiri warkop model jadul yang masih dipenuhi golongan tua, karena waktu luang masih digunakan secara efektif dengan berdiskusi mengenai perpolitikan di negeri tercinta ini baik dalam sekala lokal, nasional, maupun internasioanal . dulu saya masih sering mendapatkan para kader partai politik berbincang di warkop, masih dipenuhi para pemain catur amatir mulai dari tukang ojek, pedagang pasar tradisional, dan berbagai macam profesi lainnya, sungguh kegiatan yang dipenuhi kerja akal dan bernuansa sangat intelektual.
Berbeda dengan golongan muda sekarang yang sebgian hanya bercanda ria bersama kawan karib, memasang taruhan online, bersosial media ria, mendownload file bajakan ria, menonton sepakbola bersama sama atau sering disebut nobar (nonton bareng) yah sangat jauh dari nuansa intelektual yang semestinya melekat pada golongan muda yang akan memikul nasib bangsa kedepannya.
Oleh karena itu saya bermaksud menyarankan gaya baru dalam nongkrong di warkop, yaitu dengan mengadopsi gaya hidup waktu senggang bohemian, gaya hidup bohemian pernah trend di daratan eropa, gaya hidup ini adalah melakukan aktivitas dengan berdiskusi berat sambil mabuk mabukan di bar, biasanya dianut para seniman,filsuf,dan kaum terpelajar yang suka berdebat gagasan gagasan besar seputar kehidupan, walaupun sambil meminum minuman beralkohol. Yah mungkin minum minuman beralkoholnya tidak usah anda tiru karena terlihat kurang etis di negeri ini jika anda melakukannya di tempat umum, bisa bisa anda mendapat penghukuman dari orang yang merasa dirinya memiliki otoritas moral, dan juga kebiasan orang indonesia dengan melakukan perkelahian sesudah menenggak minuman beralkohol. Jadi jangan coba – coba.
Yang perlu anda tiru hanya menghabiskan waktu luang sambil berdiskusi soal gagasan tentang kehidupan sambil nongkrong sampai pagi ditemani minuman nikmat yang disediakan para pelayan warkop, ternyata ide ini sudah diterapkan beberapa warkop di makassar,ada warkop yang sudah mulai diisi dengan buku,kegiatan diskusi terbuka,bedah film,dan bedah buku. Meskipun para pengunjungnya masih dominan diisi oleh aktivis mahasiswa dari lembaga kemahasiswaan, dan kalangan intelektual lepasan kampus. Semoga trend warkop berpenghuni gaya hidup bohemian ini semakin berjamur di kota makassar .
Para pemuda kota urban seperti makassar kerap kali menghabiskan waktu luang nya disela menempu pendidikan dengan nongkrong, yah kegiatan itu mungkin jadi pilihan utama para pemuda karena bisa menghabiskannya dengan berkumpul bersama teman atau berselancar di dunia internet, tentu saja kegiatan ini dilakukan di warung kopi yang sudah bertranformasi dari segi penampilan dan fasilitas, desain nya kini sangat khas tempat nongkrong urban sekali yang bertempat di samping jalan yang ribut akan lalu lintas perkotaan, menu yang sudah memodernisasi dirinya dengan menambahkan berbagai minuman racikan buah,soda,dan alkohol. Kopi hitam dan kopi susu sudah bukan menu utama yang sendirian ngetop, kini dia sudah di nomer sekiankan, dan tentu saja tranformasi fasilitas inilah yang paling penting yang dapat menarik pelanggan betah nongkrong berlama lama tidak lain adalah jaringan internet gratis, serta ada lagi fasilitas yang tak kalah menarik yaitu fasilitas stasiun tv berbayar.
Tentu saja dengan transformasi yang sangat modern ini membuat pelanggannya pun bertansformasi pula, anda tidak akan lagi mendapatkan warkop dipenuhi para golongan tua yang terdiri dari para supir truk antar daerah, pemain catur amatir, calon politikus yang hobi mendiskusikan fenomena pertumbuhan demokrasi , pengusaha kelas menengah (biasanya para pedagang pasar tradisional), sudah mulai langka menemukan mereka lagi, penghuninya kini berupa golongan muda yang berciri berkawan banyak , pemuda yang memandangi laptop sembari sesekali menyicipi kopi, para pecinta tontonan sepak bola gratis. Tempat COD para pedagang dan pembeli online. Inilah warkop gaya baru yang bergandengan tangan dengan modernitas.
Fenomena ini memancing saya unrtuk beropini ria agar disangka berintelektual dan kritis dalam menyikapi perkembangan zaman, dan tentu saja ini murni subjektif jikapun objektif hanya keberuntungan belaka. Saya lebih suka menghampiri warkop model jadul yang masih dipenuhi golongan tua, karena waktu luang masih digunakan secara efektif dengan berdiskusi mengenai perpolitikan di negeri tercinta ini baik dalam sekala lokal, nasional, maupun internasioanal . dulu saya masih sering mendapatkan para kader partai politik berbincang di warkop, masih dipenuhi para pemain catur amatir mulai dari tukang ojek, pedagang pasar tradisional, dan berbagai macam profesi lainnya, sungguh kegiatan yang dipenuhi kerja akal dan bernuansa sangat intelektual.
Berbeda dengan golongan muda sekarang yang sebgian hanya bercanda ria bersama kawan karib, memasang taruhan online, bersosial media ria, mendownload file bajakan ria, menonton sepakbola bersama sama atau sering disebut nobar (nonton bareng) yah sangat jauh dari nuansa intelektual yang semestinya melekat pada golongan muda yang akan memikul nasib bangsa kedepannya.
Oleh karena itu saya bermaksud menyarankan gaya baru dalam nongkrong di warkop, yaitu dengan mengadopsi gaya hidup waktu senggang bohemian, gaya hidup bohemian pernah trend di daratan eropa, gaya hidup ini adalah melakukan aktivitas dengan berdiskusi berat sambil mabuk mabukan di bar, biasanya dianut para seniman,filsuf,dan kaum terpelajar yang suka berdebat gagasan gagasan besar seputar kehidupan, walaupun sambil meminum minuman beralkohol. Yah mungkin minum minuman beralkoholnya tidak usah anda tiru karena terlihat kurang etis di negeri ini jika anda melakukannya di tempat umum, bisa bisa anda mendapat penghukuman dari orang yang merasa dirinya memiliki otoritas moral, dan juga kebiasan orang indonesia dengan melakukan perkelahian sesudah menenggak minuman beralkohol. Jadi jangan coba – coba.
Yang perlu anda tiru hanya menghabiskan waktu luang sambil berdiskusi soal gagasan tentang kehidupan sambil nongkrong sampai pagi ditemani minuman nikmat yang disediakan para pelayan warkop, ternyata ide ini sudah diterapkan beberapa warkop di makassar,ada warkop yang sudah mulai diisi dengan buku,kegiatan diskusi terbuka,bedah film,dan bedah buku. Meskipun para pengunjungnya masih dominan diisi oleh aktivis mahasiswa dari lembaga kemahasiswaan, dan kalangan intelektual lepasan kampus. Semoga trend warkop berpenghuni gaya hidup bohemian ini semakin berjamur di kota makassar .
Komentar
Posting Komentar