Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Pendidikan tahap sebelum Bekerja

Gambar
Dalam tulisan ini saya berbicara dalam konteks pendidikan formal di indonesia. Tentu kita sudah tak asing lagi dengan pandangan yang melihat pendidikan sebagai suatu tahapan sebelum bekerja,pendidikan dipandang sebagai tempat menampung keahlian untuk dipakai bekerja,pendidikan formal dipandang sebagai alat verifikasi dalam melamar kerja. Apakah memang sudah semestinya pendidikan hanya seperti itu ? Mungkin kita akan menjawab dengan kata TIDAK,karena pendidikan adalah tempat transformasi ilmu untuk diri sendiri maupun orang banyak,dunia pendidikan adalah tempat seorang murid diberi tak hanya satu keahlian,tempat seorang murid menemukan kebenaran dan tujuan hidupnya,tempat seorang murid merealitas dan bersosialisasi,dan yang paling penting adalah tempat seorang murid berdialektika dengan gurunya untuk mencari sebuah kebenaran. Jika melihat pandangan diatas tentang esensi dari pendidikan,lantas mengapa pendidikan masih dipandang hanya sebuah tahapan sebelum ke dunia kerja ? Ini dikarenaka...

Antara kenyamanan,kemapanan,dan kemalasan

ketiga aspek pada judul diatas mempunyai relasi yang sangat kuat dalam kehidupan di abad modern ini,dimana substansi dari tiga aspek antara kenyaman,kemapanan,dan kemalasan sudah mulai mengalami pengaburan makna dan sering kali makna nya tumpang tindih antara satu aspek dengan aspek lainnya,antara aspek kenyaman dan kemapanan dapat menimbulkan kemalasan. dalam segi definisi kenyamanan berarti suatu keadaan dimana seseorang merasa tenang,tentram dan tercukupi aspek biologisnya maupun spiritualnya. definisi dari kemapanan sendiri adalah sedang dalam keadaan puas terhadap dirinya sendiri. jika berdasarkan dua definisi diatas mungkin belum terlihat jelas faktor yang akan menimbulkan kemalasan,tapi jika kita mencoba mengkritisi definisi diatas lalu kita sandingkan dengan definisi kemalasan yaitu keadaan dimana seseorang tidak ingin melakukan suatu aktivitas. maka dari itu saya akan coba menjelaskan bagaimana kenyaman dan kemapanan dapat menimbulkan kemalasan,dengan beberapa faktor berikut ...

Takut akan kenyamanan

judul tulisan saya yang pertama ini mungkin terlihat bernada kegelisahan yang tak berujung,singkat cerita kenapa saya menulis tulisan takut akan kenyamanan didasari akibat pembelajaran saya tentang filsafat yang sering kali terdengar sebagai hal yang rumit. pembelajaran saya tentang filsafat mengantarkan saya kepada pola pikir ataupun sudut pandang akan kehidupan yang ingin terus mengkritik kejadian (realitas) yang ada di sekitar saya,dan mencari solusi terbaik,filsafat mengajarkan saya untuk terus mempertanyakan sesuatu yang ada di sekitar saya baik dalam cakupan yang luas maupun sempit,hal ini bertujuan untuk menyadari apakah sesuatu itu sudah semestinya seperti itu ataukah hal sesuatu itu sedang tidak semestinya. karena apa yang dicari oleh filsafat adalah hakikat untuk mencapai hikmat. kenapa mesti takut akan kenyamanan ? mungkin pertanyaan inilah yang terbesit pertama kali saat membaca judul tulisan ini,maka dari itu saya akan menjawabnya. kenyamanan yang berlangsung baik dalam ...