Saya Butuh Menangis
Masih membekas dalam ingatan, Bapak pernah berkata "kamu haru mandiri, ....". Saya mengartikan perkataan Bapak sebagai sebuah motto hidup yang memberi penjelasan dalam menjalani hidup jangan bergantung pada orang lain, kerjakan dan selesaikanlah segala urusanmu sendiri, jangan mengeluh pada orang lain, dsb. Samar-samar dalam ingatan, entah Bapak atau Mama pernah berujar "kamu adalah anak pertama, harus bersiap memikul tanggung jawab". Saya mengartikan ujaran itu sebagai sebuah proyeksi masa depan, kelak saya harus menggantikan peran Bapak untuk membesarkan kedua adik, perlahan seiring usia bertambah saya punya peran meringankan beban Bapak sebagai kepala keluarga, dsb. Sangat membentuk watak saya hingga hari ini, doktrin maskulinitas dan patriarki yang masuk kedalam gendang telinga melalui rambatan suara omongan orang-orang seekitar lalu meresap dalam batok kepala. Saya menerimanya mentah-mentah sebagai sebuah sifat niscaya dalam diri bahwa seorang laki-laki...