Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Obituari dini Ilham Nasir; bernasiblah seperti George Zinavoy

Obituari adalah tulisan yang diperuntukkan untuk mengenang seseorang yang sudah mati, mengenang kisah hidupnya, dan menceritakan perjalanannya semasa hidup. Namun, tulisan ini bukan dimaksudkan untuk mengenang seseorang yang sudah mati, tapi sebagai hadiah bagi seseorang yang baru saja mengalami kehilangan fase kehidupan yang mungkin tidak akan pernah lagi dapat dia ulang, maka kehilangan itu bisa diartikan sebagai sebuah kematian (tidak dapat diulangi dan bertemu kembali) sebelum kematian yang sebenarnya menjemput. Oleh karena alasan itu tulisan ini diberi judul obituari dini, selamat sarjana Muhammad Ilham Nasir. Saya tidak ingat kapan perjumpaan dan perkenalan pertama dengan Ilham Nasir, serta kesan pertama saat bertemu dengannya, yang dapat saya ingat kami akrab karena sering bertemu di lembaga kemahasiswaan, di sekretariat, dan di warung-warung kopi. Ilham Nasir adalah senior saya di kampus, dia lebih dulu memasuki lembaga kemahasiswaan, mungkin saat dia menjadi panitia di pr...